Kamis, 28 November 2019

Resensi Buku

Foto Bersama Buku Pengantar Komunikasi dan Penyiaran

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarakatuh 
Saya Ella Fatika Sari dari kelas PAI 1B
Disini saya akan melaporkan hasil Resensi Buku dengan sebuah Buku yang berjudul "Pengantar Komunikasi dan Penyiaran" sebuah Buku yang ditulis oleh seorang alumni Mahasiswi STAIN yang kini telah berubah IAIN dengan Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam.

Identitas Buku
 
Judul Buku         : Pengantar Komunikasi dan Penyiaran
Penulis                  : Syarifah Aminah, M.Si
Editor                    : Juniawati
Desain Sampul : Setia Furwadi
Lay Out                 : M. Tisna Nugraha dan Fahmi Ichwan
Penerbit               : STAIN Pontianak Press 2013
Tahun Terbit       : 2013
Cetakan               : Pertama
Tebal halaman  : viii+206  halaman
Ukuran Buku     : 15.5 cm x 24.5 cm

Identitas Penulis 

SYARIFAH AMINAH. Lahir di Pontianak pada tanggal 11 September 1980. Pendidikan Strata satu (S1) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Pontianak lulus tahun 2003. Strata dua (S2) pada Program Komunikasi Pembangunan di Institut Pertanian Bogor (IPB) lulus tahun 2007. Tahun 2003 sampai sekarang merupakan dosen tetap di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAIN Pontianak, mengampu mata kuliah Broadcasting. Pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat periode 2004 - 2007.  

Isi Buku

Buku ini berisi penjabaran tentang Komunikasi serta Penyiaran, di dalamnya juga terdapat ilmu - ilmu tentang Komunikasi dan Penyiaran seperti Model Komunikasi, Proses Komunikasi, Komunikasi Massa, Sejarah Penyiaran, Lembaga Penyiaran, Programming, Sifat Media Penyiaran dan bahkan di dalam buku ini juga di cantumkan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia tentang Pedoman Perilaku Penyiaran lengkap dengan bab - bab dan pasal - pasalnya.

Untuk Bab Pertama, Buku ini menjelaskan tentang apa itu Pengertian Komunikasi, Model Komunikasi serta Proses Komunikasi.

Untuk Bab Kedua, Buku ini menjelaskan tentang apa itu Pengertian Komunikasi Massa, apa Ciri - Ciri Komunikasi Massa itu sendiri, Fungsi Komunikasi Massa, serta apa itu Pesan Media Massa.

Untuk Bab Ketiga, Buku ini menjelaskan tentang apa itu Penyiaran, Bagaimana Sejarah dari Penyiaran tersebut, Sifat Media Penyiaran, Lembaga Penyiaran Indonesia, Organisasi Media Penyiaran, Programming, serta Aturan P3-SP3

Kelebihan Buku

Buku ini sudah sangat lengkap.
Dengan bab - bab dan sub bab - sub babnya
Di Buku ini juga tertulis Undang - Undang tentang Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia nomor 01/p/kpi/03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran yang lengkap dengan bab dan pasal pasalnya 
Bahasa yang digunakan dalam buku ini juga dapat di pahami.

Sekian hasil Resensi dari saya, Mohon Maaf bila masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Terima Kasih, 
Nuun Walqolami Wamaa Yasthuruun
Fastabiqul Khairot
Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarakatuh

Jumat, 01 November 2019

PEKAN BULAN BAHASA


PEKAN BULAN BAHASA

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarakatuh

Aku merupakan salah satu anak kelas PAI 1B. Kami sekelas diberikan tugas, sebenarnya bukan tugas, melainkan kami didorong untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Bulan Bahasa. Kelas kami berpartisipasi pada tanggal 1 November 2019, kami diberikan tugas untuk membuat sebuah karya yang berbentuk MADING. Semua anggota kelas yang sudah dibagikan kelompok sangat berpartisipasi dalam kegiatan ini karena ini merupakan kelas pertama kami di luar ruangan. Khususnya kelompokku, semua anggota kelompokku sangat antusias, dari yang pergi berbelanja bahan-bahan yang akan kami gunakan, kami juga sangat antusias dalam mencari tema untuk mading kami ini. Setelah beberapa menit kami menemukan tema yang akan kami usung dalam mading kami, kami pun mulai mengerjakan segalanya, dari memotong menggunting dan menempel semua pernak pernik yang akan memperindah mading kami ini. 
Sebelumnya kami berbelanja alat-alat yang akan kami gunakan seperti Sterofoam, Double Tip, Glitter, Asturo, Gunting dan alat-alat lainnya. Setelah pulang membeli alat-alat, kami pun memulai pekerjaan kami, kami mulai dengan dengan mengumpulkan karya-karya dari teman-teman kelompok, setelah itu kami memggambar tema kami di sebuah kertas, kami mulai menulisnya menggunakan spidol. Setelah semua tertulis, kami mulai mengguntingnya, dan mengukurnya ke sterofoam agar sterofoam tersebut bisa terbentuk seperti kertas yang sudah di tuliskan. Kami menggunakan sterofoam ini agar mading kami memiliki kesan timbul yang didapatkan dari sterofoam. Dengan hati-hati kami memotong sterofoam itu agar terlihat sama seperti bentuk kertas yang sudah kami gambar, seperti kata orang perlahan-lahan namun pasti, dari jam 10 pagi kami berkumpul di rumahku hingga kami dapat menyelesaikan mading kami pada jam 3 sore.
Setelah jadi, tiba hari dimana kami akan menunjukkan mading kami kepada teman-teman lainnya. Rasa gugupku pun timbul, dimana aku sebenarnya orang yang bisa dibilang tidak bisa berlama-lama di hadapan orang lain. Namun, aku cukup senang dengan kegiatan ini, karena tidak seperti jam mata kuliah lainnya, kami memulai mata kuliah kami di gazebo kampus, semua mata tertuju kekami. Aku cukup bangga bisa menunjukkan hasil karyaku ke hadapan orang banyak, aku sangat senang.
Terima Kasih untuk semua teman-teman yang membaca cerita singkatku ini, semoga dapat menginspirasi kalian semua

Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarakatuh



Kamis, 24 Oktober 2019

LITERASI ISLAM DAN PERADABAN GEMILANG


Ella Fatika Sari
Pendidikan Agama Islam (1B)
Institut Agama Islam Negeri Pontianak


Assalamualaikum Warohmatulah Wabarakatuh

Kota Pontianak mengadakan acara FESTIVAL CULINARY, dalam beberapa jadwalnya terdapat jadwal bincang lliterasi. Saya pergi ke sana pada hari Minggu, 20 Oktober 2019 bertempat di Parkiran Mall Ayani Pontianak, dengan pemateri yang bernama Bapak Pay Jarot Sujarwo.

LITERASI ISLAM & PERADABAN GEMILANG

Dalam al-Qur’an surah al-‘alaq ayat pertama yang berbunyi “IQRA” yang artinya “BACALAH”. Lima ayat pertama dalam surah tersebut merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai perintah agar para umatnya untuk selalu membaca.

Apa itu Literasi??
Literasi dalam gambaran umunya adalah kemampuan individu mengolah dan memahami informasi saat membaca atau menulis, bahkan ada juga audio, visual ataupun audio visual tersebut secara kompleks merupakan bagian dari literasi. Didalam Islam perintah untuk membaca merupakan pondasi pengetahuan, bukan hanya untuk Nabi Muhammad SAW tetapi juga untuk seluruh umat manusia, perintah untuk kita sebagai umat manusia untuk terlibat langsung dalam dunia literasi itu sejak 1400 tahun yang lalu. Ini merupakan titah Allah sebagaimana Allah menurunkannya kepada:
  • Nabi Adam as. diberi kemampuan membaca (menyebutkan) nama-nama benda
  • Nabi Musa as. diajarkan membaca alam melalui mimpi
  • Nabi Yusuf as. yang diberikan ilmu pengetahuan membaca bahka menakwil mimpi-mimpi
  • Nabi Isa as. yang diberikan kemampuan untuk membaca dan menyembuhkan penyakit
  • Nabi Sulaiman as. diberikan kemampuan membaca bahasa binatang
Jejak sejarah Literasi Islam
  1. Tahun 815, di Baghdad terdapat lebih dari satu juta buku di Baitul Hikmah
  2. Upah dari penerbitan buku bagi para penulis adalah emas seberat buku yang mereka tulis
  3. Tahun 891, terdapat lebih dari 100 perpustakaan umum di Baghdad
  4. Abad ke-10 Sultan Al-Hakam dari Cordoba mempunyai koleksi buku pribadi sebanyak 400.000 buku
  5. Sultan Al-Aziz dari Dinasti Fatimiyah mempunyai koleksi sebanyak 1,6 juta buku
Era Keemasan Literasi Islam
  • Di Baghdad berdiri Universitas al-Mustanshiriyyah Khalifah Hakam bin Abdurrahman an Nashir mendirikan Universitas Cordoba yang menampung mahasiswa Islam dan Barat secara GRATIS.
  • Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky (Abad XI Hijriyah) mendirikan madrasah an Nuriyah di Damaskus, di sekolah ini terdapat fasilitas seperti asrama siswa, perumahan staff pengajar, tempat peristirahatan, para pelayan, serta ruang besar untuk ceramah dan diskusi.
"Pay Jarot Sujaryo": Peradaban Kegemilangan Islam tak terlepas darisistem yang bersumber dari wahyu Allah SWT, dimana hukum hanya berasal dari Allah SWT bukan hukum buatan manusia. Kegemilangan peradaban besar di Dunia ini tentu saja tak terlepas dari Literasi, Literasi Islam seolah-olah telah jauh dari Literasi pada zaman kita sekarang, syariat-syariat islam ditinggalkan begitu saja, Maka kita sebagai seorang Muslim, kita harus bisa kembali kepada sistem kehidupan islam itu sendiri, Literasi Islam harusnya mampu menopang untuk kembali menghadirkan peradaban gemilang yang disebut dengan peradaban islam.

Baiklah hanya itu saja yang dapat saya sampaikan Terima Kasih
Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarakatuh


Jumat, 18 Oktober 2019

RESUME PENULISAN SKRIPSI

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarakatuh

Tugas Bahasa Indonesia

Nama: Ella Fatika Sari
Nim: 11901020

Resume Penulisan Skripsi Mahasiswa IAIN Pontianak di Perpustakaan IAIN Pontianak




1. SAMPUL
SKRIPSI

PELAKSANAAN PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN HAFALAN SURAH-SURAH PENDEK SISWA KELAS V SDN 9 KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS TAHUN AJARAN 2017/2018

OLEH:

NANI
NIM. 1081109201








JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PONTIANAK
2018M / 1439H



2. MOTTO


"Sesumgguhnya Sesudah Kesulitan itu ada Kemudahan"
(Q.S Al-Insyirah : 7)


3. ABSTRAK

Nani,2018. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Hafalan Surah-Surah Pendek Siswa Kelas V SDN 9 Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas Tahun Pelajaran 2017-2018. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Pontianak.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya kegiatan menghafal al-Qur'an pada mata pelajaran Agama Islam kelas V di SDN 9 Teluk Keramat. Pembelajaran disekolah lebih menekankan aspek materi. Kerjasama pihak Sekolah dan Taman Pendidikan al-Qur'an (TPA) diharapkan menjadi solusi masalah tersebut. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) peran guru PAI sebagai murabbi dalam meningkatkan hafalan surah-surah pendek siswa; (2) peran guru PAI sebagai muaddib dalam meningkatkan hafalan surah-surah pendek siswa; (3) peran guru PAI sebagai mu'allim dalam meningkatkan hafalan surah-surah pendek siswa.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dalam melakukan peneitian. Sumber data dalam penelitian ininadalah Guru PAI dan Siswa Kelas V SDN 9 Kecamatan Teluk Keramat Tahun pelajaran 2017-2018. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan teknik triagulasi, perpanjangan pengamatan dan member check.
Berdasarkan analisis data, kesimpulan peneliti ini adalah: (1) Peran guru pendidikan agama islam sebagai murabbi dalam meningkatkan hafalan surah-surah pendek siswa kelas V SDN 9 Kecamatan Teluk Keramat adalah melaksanakan program hafalan surah pendek dan senantiasa memberi nasihat; (2) Peram guru pendidikan agama islam sebagai muaddib dalam meningkatkanhafalan surah-surah  pendek siswa kelas V SDN 9 Kecamatan Teluk Keramat adalah memberikan motivasi kepada siswa dan menegur siswa yang tidak berakhlak mulia pada saat menghafal surah-surah pendek; dan (3) Peran guru pendidikan agama islam sebagai mu'allim dalam meningkatkan hafalan surah-surah pendek siswa kelas V SDN 9 Kecamatan Teluk Keramat adalah (a) membimbing hafalan siswa dengan cara muraja'ah, membaca ayat berulang-ulang sesuai tajwid yang benar dan menyetorkan hafalan; (b) mengatur kondisi siswa dengan cara memerintahkan mereke berwudhu sebelum menghafal, duduk yang rapi dan menunjukkan semangat yang tinggi dalam menghafal; (c) memberikan penguatan; (d) mengutamakan akhlak mulia dibanding kemampuan kognitif.

Kata Kunci: Peran Guru, Hafalan, Surah Pendek.


4. DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
MOTTO
PERSEMBAHAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I. PENDAHULUAN
         A. Latar Belakang
         B. Fokus Penelitian
         C. Tujuan Penelitian
         D. Manfaat Peneltian
         E. Definisi Operasional
BAB II. PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN HAFALAN SURAH-SURAH                        PENDEK
         A. Penelitian Terdahulu
         B. Peran Guru Pendidikan Agama Islam
         C. Hafalan Surah-Surah Pendek
BAB III. METODE PENELITIAN
         A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
         B. Lokasi Penelitian
         C. Sumber Data
         D. Teknik dan Instrumen Pengumpul Data
         E. Teknik Analisis Data
         F. Uji Keabsahan Data
BAB IV. PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
         A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
         B. Paparan Data
              1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Murabbi dalam Meningkatkan Hafalan Surah-Surah Pendek Siswa Kelas V di SDN 9 Kecamatan Teluk Keramat
              2. Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Muaddib dalam Meningkatkan Hafalan Surah-Surah Pendek Siswa Kelas V di SDN 9 Kecamatan Teluk Keramat
              3. Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Mu'alim dalam Meningkatkan Hafalan Surah-Surah Pendek Siswa Kelas V di SDN 9 Kecamatan Teluk Keramat
         C. Pembahasan
BAB V. KESIMPULAN DAN SASARAN
         A. Kesimpulan
         B. Saran
DAFTAR PUSTAKA


5. KUTIPAN TEORI
  • Soejono Soekanto (1986 : 220) mendefinisikan peran sebagai aspek yang dinamis dari kedudukan atau status. Apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya maka ia menjalankan suatu peran.
  • Ngalim Purwanto (1998 : 76) mengungkapkan bahwa pengertian peran guru secara umum adalah terciptanya serangkaian tingkah yang saling berkaitan yang dilakukan dalam situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan tingkah laku dan perkembangan peserta didik yang menjadi tujuannya.
  • Rusman (2011 : 58) mengungkapkan bahwa guru dapat berperan sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan belajar, perencana pembelajaran, supervisor, motivator, dan sebagai evaluator.
  • Prey Katz (dalam Sardiman (2011 : 143)) menggambarkan peran guru adalah sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nasihat, motivator, sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang diajarkan.
  • Muhaimin (2005 : 50) mengungkapkan bahwa ada beberapa istilah guru dalam pendidikan islam, yaitu Ustadz, Mu'allim, Mursyid, Murobbi, Mudarris dan Muaddib.
  • Shodiq (1988 : 368) mengungkapkan apabila guru berperan sebagai pemberi wawasan ilmu pengetahuan dan keterampilan ia disebut sebagai mu'allim.
  • Mahmud Yunus (1990 : 37) merupakan bentukan masdar dari kata addaba yang berarti memberi adab, mendidik.
  • Ramayulis dan Samsul Nizar (2009 : 142) secara terminologi muaddib adalah seorang pedidik yang bertugas untuk menciptakan suasana belajar yang dapat menggerakkan peserta didik untuk berperilaku atau beradab sesuai dengan norma-norma, tata susila dan sopan santun yang berlaku dalam masyarakat.
  • Al-Munawwir (1984 : 335), kata udarris berasal dari sigah al-ism, al-fa'il, al-madi, darossa.
  • Muhaimin (2005 : 50) secara istilah, kata mudarris adalah orang yang memiliki kepekaan imtelektual dan informasi, serta memperbarui pengetahuan dan keahliannya secara berkelanjutan, dan berusaha mencerdaskan peserta didiknya, memberantas kebodohan mereka, serta melatih keterampilan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan.

6. DAFTAR PUSTAKA
  • Soejono, Soekanto. 1986. Patologi Sosial, Jakarta : Rineka Cipta
  • Purwanto, M. Ngalim. 1998. Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung : Rosdakarya
  • Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran; Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta : Raja Grafindo Persada
  • Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : Raja Grafindo Persada
  • Muhaimin. 2005. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi, Jakarta : Raja Grafindo Persada
  • Shodiq, M. 1988. Kamus Istilah Agama, Jakarta : CV Sienterama
  • Yunus, Mahmud. 1990. Kamus Arab-Indonesia, Jakarta : PT Hidakarya
  • Ramayulis dan Nizar, Samsul. 2009. Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam Mulia
  • Munawwir, A.W. 1984. Kamus Al-Munawwir Arab Indonesia, Surabaya : Pustaka Progressif
  • Muhaimin. 2005. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekoolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi, Jakarta : Raja Grafindo Persada












Terima Kasih
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh





Kamis, 10 Oktober 2019

Observasi Lingkungan

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Saya Ella Fatika Sari (11901020) dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Kelas PAI(B). Ingin melaporkan hasil OBSERVASI Tugas BAHASA INDONESIA.


1. Gambar Pertama
Alamat : Jln. Prof. M. Yamin
               Gg. Uray Hamid 
Waktu : 04/10/2019 15.14 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, ada kata "PRAKTEK" yang dipakai, namun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "PRAKTEK" merupaka kata tidak baku dari kata "PRAKTIK". Jadi, seharusnya kata yang dipakai dalam plang nama tersebut harus kata "PRAKTIK".
                                                                                                Sumber : Aplikasi KBBI V.

2. Gambar Kedua
Alamat : Jln. Moh. Sohor
Waktu : 09/10/2019 18.17 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, restoran tersebut memakai ejaan lama yaitu dalam kata "ROEMAH", jika kita menggunakan ejaan sekarang seharusnya itu menggunakan kata "RUMAH".
Sumber : Aplikasi KBBI V dan Diskusi dengan Kakak.




3. Gambar Ketiga
Alamat : Jln. Ampera Kota Baru
               Depan SMP N 19 Pontianak
Waktu : 09/10/2019 18.37 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, gerobak tersebut salah daam penulisan kata "KUWAH" yang seharusnya ditulis dengan kata "KUAH", dalam analisis saya dan diskusi saya bersama teman terdekat saya, kata tersebut memang salah atau sengaja disalahkan karena pedagang tersebut mungkin ingin membuat kata tersebut menjadi ciri khas dari makanan yang dijual.
Sumber : Aplikasi KBBI V dan Diskusi dengan Teman.


4. Gambar Keempat
Alamat : Jln. Moh. Sohor
Waktu : 09/10/2019 18.16 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, sudah jelas bahwa kata "TYGA" yang digunakan merupakan kata yang bersifat ambigu, kenapa saya bilang begitu, karena dalam diskusi saya dengan teman sekelas saya yang sering makan di tempat tersebut, bahwa jika kita membaca kata "TYGA" otomatis kita akan membacanya dengan kata "TIGA", namun dalam diskusi saya bahwa kata"TYGA" di                                                                  sana itu berarti "IGA". Jadi dapat disipulkan itu merupakan
                                                               kata yang AMBIGU.
                                                               Sumber : Diskusi dengan Teman.


5. Gambar Kelima
Alamat : Jln. Tani Makmur Kota Baru
Waktu : 09/10/2019 18.06 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, jelas bahwa tempat makan tersebut menggunakan kata yang salah dalam spanduknya yaitu kata "WARUNK" yang seharusnya diganti dengan kata "WARUNG".
Sumber : Aplikasi KBBI V.



6. Gambar Keenam
Alamat : Jln. Sultan Abdulrahman
Waktu : 09/10/2019 18.21 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, di bagian kecil ada tertulis kata "WAROENGK" dan "KOBAR". Dari kata "WAROENGK", restoran tersebut menggunakan ejaan lama dan di ujung kata menggunakan huruf "K" yang seharusnya dihilangkan, jadi seharusnya kata tersebut ditulis dengan kata "WARUNG".                                                                                                          Untuk kata "KOBAR" dalam diskusi saya dengan teman                                                                  saya kata tersebut menunjukkan kata tempat                                                                                   yang seharusnya tidak disingkat, jika bisa diganti                                                                          seharusnya di ganti dengan kata "KOTA BARU".
                                                          Sumber : Aplikasi KBBI V dan Diskusi dengan Teman                                                                             Sekelas.

7. Gambar Ketujuh
Alamat : Jln. Tani Makmur Kota Baru
Waktu : 09/10/2019 18.06 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, sudah sangat jelas terdapat kata "SOMAE" yang seharunya menggunakan kata "SIOMAY".
Sumber : Pemikiran Sendiri.






8. Gambar Kedelapan
Alamat : Jln. Moh. Sohor
               Depan SMA N 1 Pontianak
Waktu : 09/10/2019 18.19 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, terdapat kata "BOEDJANG" yang terdapat di spanduk restoran tersebut. Kata "BOEDJANG" itu jika dibenarkan sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia, seharusnya menggunakan kata "BUJANG". Kata "BOEDJANG" itu sendiri merupakan ejaan lama.
                                                              Sumber : Aplikasi KBBI V dan Pemikiran Sendiri.


9. Gambar kesembilan
Alamat : Jln. Sultan Abdulrahman
               Pertigaan dengan Jln. Uray Bawadi
Waktu : 09/10/2019 18.23 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, kata "PUTERA" merupakan kata tidak baku dari kata "PUTRA". Jadi jika dibenarkan seharusnya diganti dengan kata "PUTRA".
Sumber : Aplikasi KBBI V.


10. Gambar Kesepuluh
Alamat : Jln. Prof. M. Yamin
Waktu : 04/10/2019 15.17 WIB
Analisis : Dari gambar yang tertera, terdapat kata "SERVICE" yang artinya layanan. Hanya saja semua kata di toko tersebut menggunakan Bahasa Indonesia, lalu mencantumkan kata dalam Bahasa Inggris yang seharusnya dalam sebuah kalimat, jika                                                                                            terdapat bahasa asing untuk di miringkan, seperti                                                                      "SERVICE HP".
                                                      Sumber : Pemikiran Sendiri.

Demikian hasil OBSERVASI yang telah saya lakukan, jika memang dalam Analisis saya terdapat kesalahan mohon untuk ditegur bisa melalui komentar di bawah. Semoga dengan Analisis saya ini dapat menambah wawasan teman-teman semua dan untuk saya sendiri. Terima Kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jumat, 20 September 2019

PENGALAMAN BAHASA


Aku mulai bertemu dengan orang yang menggunakan bahasa daerah nya saat Mulai Perkuliahan. Pada saat PBAK aku bertemu dengan orang Kayong dan Ketapang, saat memulai komunikasi aku hanya bisa diam dan mencerna kata - katanya, karena mula nya aku sedikit tidak mengerti tentang apa yang dibicarakannya. Yang membuat aku bingung ialah, bahasa yang digunakan ada sedikit perbedaan seperti, di ujung kata terdapat kata "am". Contohnya, "aok am" "iye bah am"Aku sadar sebenarnya mereka tau bahwa aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, jadi pada saat itu mereke mulai menjelaskan kembali dengan menggunakan bahasa Melayu Pontianak. Seiring berjalan waktu aku mulai mengetahui beberapa arti dari kata - kata yang mereka pakai. Aku mulai belajar bahwa sebenarnya, kita dapat belajar dari lingkungan kita, yang di maksud dari kata tersebut adalah lingkungan menjadi pusat pembelajaran, seperti kisahku ini aku dapat belajar berbagai macam bahasa daerah dari orang - orang di sekitarku, awal mula masuk ke lingkungan nya memang sedikit khawatir akan terkendala bahasa, namun lama kelamaan aku menjadi paham.
Ada juga satu cerita, aku merupakan anak Bugis, hanya saja aku sama sekali tidak bisa berbicara dengan bahasa bugis. Waktu itu nenek saya bilang "jokka jokka pigih" Aku hanya bisa bilang "haa ape" karna aku di rumah tidak di biasakan untuk berbahasa bugis. Lama kelamaan aku mulai mengerti arti dari bahasa bugis itu seperti "jokka jokka" yang artinya jalan - jalan, lalu ada kata "Iko purani mandre?" yang artinya kau udh makan?. Dan biasa di balas dengan kata "Purani iyak mandre" yang artinya Udah dah aku makan. Dari berbagai macam bahasa yang ada, kita akan mendapatkan satu pembelajaran yaitu, dengan menguasai beberapa bahasa sebagaimana fungsi bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi, kita akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan orang - orang di daerah. Karena kita kini tinggal di negara yang berbagai macam suku, adat, dan budaya. Walaupun berbeda bahasa kita masih menjadi satu, satu Indonesia.

Jumat, 13 September 2019

TentangAku


Perkenalkan namaku Ella Fatika Sari, aku anak kedua dari dua bersaudara, aku mempunyai kakak yang bernama Olievia, saat ini dia sedang berkuliah di Institut Agama Islam Negri Pontianak. Ayahku bernama Rudi Hartono bekerja sebagai Penjual Apam Pinang di pinggir jalan, Ibuku bernama Nur Fitri bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga. Aku tinggal di Jalan Prof.M.Yamin Gg. Uray Hamid no.41. Aku lahir di Pontianak, 3 Januari 2002, dari dulu aku selalu menjadi murid yang termuda dari bangku SD, SMP, hingga aku duduk di bangku SMA. Aku alumni dari SMK Muhammadiyah 2 Pontianak, walaupun aku duli bersekolah di SMK, sebenarnya aku merupakan murid yang tidak terlalu terampil, namun aku terus berusaha. Mula aku masuk ke IAIN Pontianak karena orang tua, aku memilih IAIN Pontianak karena memang IAIN merupakan Perguruan Tinggi Negeri, aku hanya tidak ingin memberatkan orang tuaku karena aku dulu bersekolah di SMK Swasta. Aku merupakan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Prodi Pendidikan Agama Islam, aku akan terus berusaha untuk tidak memberatkan beban orang tuaku.